Halaman

Rabu, 14 Maret 2012

Belajar Sukses dalam Keterbatasan Fasilitas dan Sarana di Sekolah

Hai para sobat blogger, aku kembali lagi nih dengan postingan terbaru. Postingan kali ini aku buat sehubungan dengan pelaksanaan Ujian Praktik Mulok di sekolahku nihh. Ya apa boleh buat, mau tidak mau aku harus mengerjakan tugasku ini demi kelulusanku nanti. Walaupun sih sebenernya aku agak malas membuat postingan ini, karena aku malas memikirkan hal tersebut, mending memikirkan masa depanku nanti aku mau jadi apa. Tetapi yaa balik lagi, demi demi dan demi (eh eh kok aku malah jadi curhat yaa, hehe jadi malu nih sama sobat-sobat blogger semua). Oke deh, langsung aja yaa, yuk capcuss...


            Belajar Sukses dalam Keterbatasan Fasilitas dan Sarana di Sekolah. Hmmm.... gimana ya?? Menurutku hal itu sangat pro kontra. Karena bagaimanapun, belajar tidak akan sukses tanpa fasilitas dan sarana yang memenuhi, apalagi di zaman yang serba teknologi ini, banyak guru-guru memberi kita tugas yang menuntut kita menggunakan teknologi . Banyak guru yang gak mau tahu tentang keterbatasan fasilitas ini, mereka selalu berprinsip “wes yo.opo caramu, sing penting tugasmu sesuk dikumpulno” (sudah gimana caramu, yang penting kamu ngerjakan tugas, dan dikumpulkan besok), huhhh menyebalkan kan kalau seandainya kita diberi tugas yang mengharuskan menggunakan teknologi canggih, sedangkan kita tidak mempunyai fasilitas yang memadai.

            Sekarang kita lihat aja sobat blogger, banyak sekolah-sekolah yang muridnya bisa belajar sukses karena fasilitas dan sarana di sekolah mereka terpenuhi. Contohnya seperti sekolah-sekolah SBI, RSBI, serta sekolah Petra, Santa Maria, dll. Sekolah-sekolah tersebut selalu berhasil melahirkan bibit-bibit unggul karena disaat belajar, apa yang mereka butuhkan selalu terpenuhi di sekolahnya. Sekolah tidak hanya menuntut keberhasilan, tetapi mereka juga ikut menunjang keberhasilan siswanya. Seperti ketika mereka ada tugas yang mengharuskan mencari di internet, di sekolah mereka tersedia Wi-fi yang setiap saat bisa terhubung, Lab. Komputer yang terawat dan memadai sesuai jumlah siswa, juga terdapat Lab. Bahasa yang tentunya penting juga bagi siswa.

            Semua itu berbeda jauh dengan sekolah-sekolah negeri yang mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah. Bagi siswa-siswi sekolah negeri, mereka hanya bisa menikmati fasilitas dan sarana sekolah seadanya. Mereka tidak bisa merasakan fasilitas dan sarana selengkap yang dimiliki sekolah-sekolah internasional, atau swasta favorit. Memang sih sesuai semboyan kita “ Jer Basuki Mawa Beya “ yang artinya semua kebutuhan membutuhkan biaya. Namun bukan berarti sekolah-sekolah tersebut tidak pernah melahirkan bibit unggul lho. Sekolah tersebut juga melahirkan siswa-siswa unggul, tetapi tidak sebanyak siswa sekolah-sekolah favorit. Artinya disini aku menyimpulkan kelengkapan fasilitas dan sarana sekolah turut mendukung kesuksesan belajar siswa.

            Oke sobat blogger, sampai disini dulu postingan dariku. Kalau ada waktu lagi, kita bisa bertemu di postingan dengan topik yang berbeda. Salam Blogger...!!! :)

Tidak ada komentar: