Hai
para sobat blogger, aku kembali lagi nih dengan postingan terbaru. Postingan
kali ini aku buat sehubungan dengan pelaksanaan Ujian Praktik Mulok di
sekolahku nihh. Ya apa boleh buat, mau tidak mau aku harus mengerjakan tugasku
ini demi kelulusanku nanti. Walaupun sih sebenernya aku agak malas membuat
postingan ini, karena aku malas memikirkan hal tersebut, mending memikirkan
masa depanku nanti aku mau jadi apa. Tetapi yaa balik lagi, demi demi dan demi
(eh eh kok aku malah jadi curhat yaa, hehe jadi malu nih sama sobat-sobat
blogger semua). Oke deh, langsung aja yaa, yuk capcuss...
Belajar Sukses dalam Keterbatasan
Fasilitas dan Sarana di Sekolah. Hmmm.... gimana ya?? Menurutku hal itu sangat
pro kontra. Karena bagaimanapun, belajar tidak akan sukses tanpa fasilitas dan
sarana yang memenuhi, apalagi di zaman yang serba teknologi ini, banyak
guru-guru memberi kita tugas yang menuntut kita menggunakan teknologi . Banyak
guru yang gak mau tahu tentang keterbatasan fasilitas ini, mereka selalu
berprinsip “wes yo.opo caramu, sing penting tugasmu sesuk dikumpulno” (sudah
gimana caramu, yang penting kamu ngerjakan tugas, dan dikumpulkan besok), huhhh
menyebalkan kan kalau seandainya kita diberi tugas yang mengharuskan
menggunakan teknologi canggih, sedangkan kita tidak mempunyai fasilitas yang
memadai.
Sekarang kita lihat aja sobat
blogger, banyak sekolah-sekolah yang muridnya bisa belajar sukses karena fasilitas
dan sarana di sekolah mereka terpenuhi. Contohnya seperti sekolah-sekolah SBI,
RSBI, serta sekolah Petra, Santa Maria, dll. Sekolah-sekolah tersebut selalu
berhasil melahirkan bibit-bibit unggul karena disaat belajar, apa yang mereka
butuhkan selalu terpenuhi di sekolahnya. Sekolah tidak hanya menuntut
keberhasilan, tetapi mereka juga ikut menunjang keberhasilan siswanya. Seperti
ketika mereka ada tugas yang mengharuskan mencari di internet, di sekolah
mereka tersedia Wi-fi yang setiap saat bisa terhubung, Lab. Komputer yang
terawat dan memadai sesuai jumlah siswa, juga terdapat Lab. Bahasa yang
tentunya penting juga bagi siswa.
Semua itu berbeda jauh dengan
sekolah-sekolah negeri yang mendapat Bantuan
Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah. Bagi siswa-siswi sekolah negeri,
mereka hanya bisa menikmati fasilitas dan sarana sekolah seadanya. Mereka tidak
bisa merasakan fasilitas dan sarana selengkap yang dimiliki sekolah-sekolah
internasional, atau swasta favorit. Memang sih sesuai semboyan kita “ Jer
Basuki Mawa Beya “ yang artinya semua kebutuhan membutuhkan biaya.
Namun bukan berarti sekolah-sekolah tersebut tidak pernah melahirkan bibit
unggul lho. Sekolah tersebut juga melahirkan siswa-siswa unggul, tetapi tidak
sebanyak siswa sekolah-sekolah favorit. Artinya disini aku menyimpulkan
kelengkapan fasilitas dan sarana sekolah turut mendukung kesuksesan belajar
siswa.
Oke sobat blogger, sampai disini
dulu postingan dariku. Kalau ada waktu lagi, kita bisa bertemu di postingan
dengan topik yang berbeda. Salam Blogger...!!! :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar